Tuesday, September 17th, 2019

Marco Kusumawijaya: Atasi Banjir, Utamakan Pendekatan Konservasi Lestari

Published on January 19, 2013     Penulis :   ·   No Comments
Pakar tata kota dari Universitas Parahyangan Bandung, Marco Kusumawijaya

Pakar tata kota dari Universitas Parahyangan Bandung, Marco Kusumawijaya

Jakarta - Banjir di Jakarta pada Kamis (17/1/2013) lalu dinilai lebih parah dibanding tahun 2007, kendati curah hujannya masih separuhnya. Pendekatan menanggulangi banjir selama ini dinilai salah kaprah. Yang dipikirkan hanya pembangunan infrastruktur saluran drainase tanpa memikirkan upaya mengurangi air permukaan dengan cara konservasi lestari.

“Pembangunan infrastruktur ini sifatnya hanya mengalirkan air, nanti bisa membuat manja. Seharusnya yang dilakukan bersifat konservasi, infrastruktur kan tinggal merawat. Ada pembenaran dari studi World Bank bahwa ahli-ahli Belanda mengatakan saluran-saluran yang kita sudah punya saja bila diperbaiki kapasitasnya, sudah bisa turun 60 persen (banjirnya), kalau itu dikeruk dalam waktu tertentu,” ujar pakar tata kota dari Universitas Parahyangan Bandung, Marco Kusumawijaya.

“Yang lebih penting kemudian pemulihan alam dengan pendekatan konservasi, memang agak perlahan dampaknya, jangka menengah. Jangka pendek merawat saluran yang ada sambil pendekatan konservasi. Tidak perlu ada penambahan infrastruktur (saluran air) baru,” imbuh Marco yang rumahnya di kawasan Menteng kebanjiran 1 meter ini.

Nah apa yang dimaksud ‘konservasi lestari’? Berikut wawancara lengkap redaksi dengan pakar tata kota Marco Kusumawijaya pada Jumat (18/1/2013):

Banjir di Jakarta, Kamis lalu berdampak lebih parah dibanding tahun 2007, padahal curah hujan baru setengahnya. Padahal Kanal Banjir Timur baru saja dibuka, apa yang salah?

Sejak dulu sudah salah pendekatannya karenas kita membangun infrastruktur berlomba-lomba. Kalau Anda follow twitter saya, di situ ada definisi dari banjir.

(twitter Marco @mkusumawijaya menuliskan ‘A.AirPermukaan=(B.dr hujan)+(C.dr kegiatan manusia)-(D.yg diserap). Turunkan Air Permukaan–>>turunkan C dan tingkatkan D’, red)

Itu sudah sangat jelas bahwa banjir artinya air permukaan yang tidak berhasil disalurkan baik di saluran awal maupun buatan. Sejak dulu kita berlomba-lomba membuat lebih banyak saluran ini tetapi air permukaannya tidak ada usaha untuk menguranginya. Terus saja memperbesar saluran termasuk di BKT, tetapi hampir tidak ada upaya menurunkan air permukaan yang liar itu, yang turun dari hulu maupun di Jakarta sendiri.

Ya salahnya di situ. Kalau mau mengurangi banjir, kita tidak bsia memperbesar saluran-saluran, tapi mengurangi juga air permukaan. Nah di situ salahnya.

Kejadian ini luar biasa, menunjukkan sangat jelas kesalahan itu. Ini ditunjukkan juga studinya Restu Gunawan berjudul ‘Gagalnya Sistem Kanal’.

(Marco sempat bercerita menjadi korban banjir, istrinya dan anaknya mengungsi. Sementara sebelum banjir dia sudah ada di Yogyakarta, red)

Sekarang ini sudah nggak bisa dibantah lagi, ubah pendekatan dari sekedar membesarkan saluran dan waduk pengalir, kita harus berusaha mengurangi air permukaan.

Mengurangi air permukaan pertama memeperbaiki keadaan di hulu, memperbaiki keadaan di hilir, memberi syarat-syarat yang berat terhadap pembangunan apapun. Apapun yang dibangun baru harus bisa menyerapkan air minimal sebanyak sebelum yang dibangun sesuatu di atas lahan itu. Hitung lagi, setiap lahan di bawahnya menyerap sebanyak-banyaknya air.

Harus kurangi pembangunan yang sifatnya menutupi tanah, tidak bisa tidak, mengurangui pembangunan tapi bisa juga menerapkan cara-cara membangun yang baru, misalnya lahan yang tertutup sesedikit mungkin. Ada ruang terbuka atau membuat buat sumur resapan. Seluruh cara membangun diubah menjadi pendekatan yang tidak mengecilkan air permukaan.

Sekarang gubernur baru, Jakarta baru, padahal sudah 100 tahun salahnya. Dan mengapa? Jelas karena pendekatan bersifat infrastruktur lebih mudah secara politis, pendekatan konservasi pendekatan lestari tampaknya lebih sulit secara politis karena harus kerja sama dengan provinsi sekitar. Mendisiplinkan birokrasi dan menggerakkan masyarakat.

Bagaimana membuat warga DKI dan sekitarnya menjadi lebih peduli terhadap konservasi lestari ini?

Justru itu, gubernur baru sangat tepat untuk men gubah pendekatan permasalahan air Jakarta menjadi pendekatan konservasi. Mereka berdua (Jokowi-Ahok) mempunyai hati dan keterampilabn menggerakkan masyarakat dan bekerja sama dengan masyarakat sekitarnya. Mereka merupakan pasangan yang secara historis sangat tepat.

Jakarta Baru, jadi jangan menyalahkan dia untuk banjir sekarang ini. Tapi bila dia tidak memainkan perannya yang sangat historis untuk ubah pendekatannya, 2-3 tahun yang akan datang nanti disalahin juga. Ini mumpung masih baru. Apa barunya Jakarta? Sekarang waktunya mereka berdua mewujudkan Jakarta Baru melalui pendekatan konservasi.

Banjir di Jakarta bukan hanya faktor hujan lokal di Jakarta saja, tetapi juga air kiriman dari Bogor. Nah bagaimana menyentil Pemprov di luar DKI Jakarta ini agar mau menata wilayahnya juga, seperti sudah banyak resapan air di Puncak berubah menjadi villa?

Jadi begini, tentu saja pelayanan pengelolaan air secara lestari tidak bisa begitu saja, karena masing-masing provinsi punya batas administratif. Provinsi ini punya batyas sendiri, ada catchment area. Kan Gubernur Jokowi sudah ketemu Gubernur Jawa Barat, ditindaklanjuti saja.

Bisa penghutanan kembali kawasan di lereng Gunung Salak-Gede-Pangrango, menertibkan kawasan Puncak, kemudian pengelolaan sungai. Kalau pengelolaan sungai merupakan satu kesatuan di bawah pemerintah pusat.

Kelemahannya bukan di kewenangan, kelemahannya program konkret dan disiplin dalam melaksanakan program itu. Sepertu sumur resapan sudah ada Pergubnya, tidak dilaksanakan dengan benar. Warga sudah harus sadar kalau diminta membuat sumur resapan, bikinlah, jangan curi-curi lagi. Jangan karena kesalan satu-dua orang semua kena getahnya.

Rumah saya menurut saya paling ramah lingkungan. Semua halamannya saya bongkar, tertutup tanah semua agar air bisa masuk tanah. Saya tidak berdosa dalam hal itu, tapi terkena juga.

Warga bekerja bersama-sama, jangan satu-dua orang egois. Beri hukum yang keras bagi yang menyebabkan kerugian khalayak ramai. Peraturan lingkungan itu harusnya sama berat dengan korupsi.

Jadi bagaimana bisa menggerakkan masyarakat ini untuk mengatasi banjir?

Jadi dua hal. Pertama, ini gubernur populer yang bisa menggerakkan massa, saya harap demikian. Kedua, organisasi saya banyak sekali melakukan berbagai hal masif menggunakan instrumen tata ruang, memberikan informasi yang masif bagi masyarakat banyak alatnya, seperti social media.

Saya yakin bisa dirancang suatu sistem masyarakat itu dapat berperan, kontributif dan tidak melanggar aturan. Memang harus ada kampanye yang masif. Saya siap. Saya mengimbau, mari kita duduk bareng, bagaimana sama-sama menyelenggarakan pendekatan konservasi. Pendekatan konservasi melibatkan masyarakat, nggak bisa nggak. Bagaimana menghemat air dengan menyerap air.

Ini kesempatan yang baik bagi Jokowi dan Basuki. Kami telah membuat banyak buku kecil petunjuk tata ruang, kami bagikan pada puluhan ketua RT, atau bisa dilihat dari website www.rujak.org, search ‘Tata Ruang untuk Kita’. Ada youtube-nya juga.

Bagaimana contoh langkah mudah partisipasi warga dalam skala rumah tangga untuk mengatasi banjir?

Buat sumur resapan, itu juga hati-hati karena bisa mencapai lapisan pasir. Tapi tetap butuh informasi dan petunjuk. Masing-masing keluarga memiliki, bukan hanya sumur resapan, tetapi alirkan semua air dari atas ke tanah kembali.

Kalau halamannya luas, ya langsung ke tanah. Kalau tak punya (halaman) bikin sumur resapan, airnya ditampung dengan talang, dialirkan ke sumur resapan.

Harusnya pemerintah memberi insentif ini, sudah kena banjir mengeluarkan duit pula. Harusnya anggaran infrastruktur dialihkan ke hal-hal seperti ini, sebetulnya bisa juga disebut infrastruktur ramah lingkungan.

Ini pendekatan konservasi, bukan anti-infrastruktur. Ini mengupayakan infrastruktur ramah lingkungan.

Bagaimana dengan lahan-lahan yang sudah terlanjur dibangun gedung-gedung bertingkat di Jakarta ini? Apa bisa diperbaiki dan ditata kembali untuk resapan air permukaan?

Pertajam disiplin. Yang belum dibangun harus betul-betul dikenakan aturan-aturan yang ketat. Kalau perlu membuat komite masyarakat untuk mencegah dan memproteksi ruang terbuka yang ada. Baru kita bicarakan gedung-gedung yang sudah terbangun.

Saya yakin masih mungkin melakukan tindakan. Misalnya di halaman, di mana masih ada halaman maksimum dibuka tempat untuk air menyerap dengan atau tanpa sumur resapan. Perlu aturan insentif gerakan massa dan sosial. Mestinya gubernur baru bisa ini.

Gubernur baru adalah orang yang dekat dengan masyarakat. Birokrasinya harus diperbaiki. Kerjasama bersama masyarakat hanya mungkin kalau birokrasinya terbuka dan tidak korup. Kalau dikit-dikit curiga, nggak bisa kerja sama programnya. Ini perlu transparansi birokrasi untuk berubah total, dan saling percaya.

Gubernur DKI Jakarta Jokowi pernah melontarkan ide untuk mengatasi banjir seperti beli lahan untuk ruang terbuka hijau, membuat sumur-sumur resapan hingga membangun terowongan raksasa untuk gorong-gorong. Apakah cara-cara itu akan membantu mengurangi banjir di Jakarta?

Kan sudah saya jelaskan tadi. Pembangunan insfrastruktur yang sifatnya mengalirkan air itu manja, hanya menyalurkan air. Seharusnya yang dibangun yang lebih bersifat konservasi, infrastruktur itu hanya merawat.

Ada pembenaran studi dari World Bank, ahli-ahli Belanda mengatakan bahwa saluran-saluran yang kita sudah punya saja bilai diperbaiki kapasitasnya bisa turun 60 persen (banjir-nya), dikeruk dalam waktu tertentu. Untuk kemudian melalukan pemulihan alam dengan pendekatan konservasi, agak perlahan memang dampaknya, jangka menengah.

Kalau jangka pendek, menyelamatkan dan merawat saluran yang ada, sambil dilakukan pendekatan konservasi. Tidak perlu ada penambahan infrastruktur baru. Sekian persen anggaran harus bersifat konservasi, bila sudah tercapai target konservasi baru bisa dibangun infrastruktur. Atau dari sekian persen anggaran konservasi, ada sekian persen infrastrukur. |dtc|

Share

Tags: , ,

Readers Comments (0)




*
 

INTERNASIONAL

FOTO: Psukan Militer Israel (www.pri.org)

Militer Israel Gempur Pasukan Iran di Suriah

Paukan Militer Israel (IDF) mengatakan mereka mulai melancarkan serangan terhadap pasukan Iran di Suriah. IDF mengatakan target operasi ini ...
FOTO : Ilustrasi Pemuda Palestina

Dua Pemuda Palestina Ditembak Tentara Israel

Dua pemuda Palestina yang masuk ke Israel melalui Jalur Gaza tewas ditembak oleh tentara Israel, pada hari Minggu ...
FOTO: Seorang anak perempuan Palestina menghadang tentara Israel.

Hikmanto : Soal Yerusalem Bukan Soal Agama, Melainkan Bentuk Penjajahan

Masyarakat di Tanah Air dihimbau tetap dapat menjaga perdamaian serta tidak mudah terprovokasi melakukan kekerasan terkait kriris Yerusalem, ...

FOKUS

Pendiri Majalah Playboy, Hugh Hefner

Hugh Hefner Melegenda dengan ‘Majalah Playboy’

Pria kelahiran 9 April 1926 ini melegenda sebagai pelopor majalah pria dewasa Playboy yang didirikannya. Ya, dia adalah Hugh Hefner. Disaat ...
Kawsan wisata Danau Toba menjadi salah satu objek wisata andalan Sumatera Utara. Foto : James P Pardede

Hari Jadi ke-67 Pemprovsu : Komitmen dan Kebersamaan Kata Kunci Membangun Sektor Pariwisata yang Berdaya Saing di Kawasan ASEAN

Tahun ini (2015), Provinsi Sumatera Utara genap berusia 67 tahun. Di usianya yang sudah sangat matang itu ada ...
kritik_heru

Kritik.

Dan anda yang pro terhadap pemerintahan, tak seharusnya juga menganggapnya sebagai pembenci. Karena kritikan adalah bumbu sedap yang ...

INTERVIEW

Mochammad Zainul Muttaqien

Redam Konflik SARA dengan Silaturahmi.

Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polisi Republik Indonesia (Polri) sebagai lembaga pelaksana kebijakan Polri mengemban tugas dan peran sebagai ...
Supandi (ist.)

Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah

Jakarta - Kasus eksekusi Suno Duadji bak sinetron. Setelah melalui perdebatan pepesan kosong, Susno akhirnya menyerahkan diri ke Lapas ...
dok detikcom

Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh

Jakarta - Hingga kini, terpidana dugaan kasus korupsi pengamanan pilkada Jawa Barat 2008 dan korupsi penanganan perkara PT Salmah ...

HEALTHY

FOTO: Nyamuk Malaria (ist)

25 Juta Warga Afrika Terancam Malaria

Jumlah warga Afrika terancam malaria meningkat dua kali lipat menjadi 25 juta orang pada 2080 akibat perubahan iklim, ...
obat/ilustrasi

Memperkuat Sinergi dan Sistem Pengawasan BPOM di Era MEA

Sosialisasi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai hari ini masih terus dilakukan agar tidak ada persepsi yang salah ...
Personel Satlantas Polresta Medan bagi-bagikan masker kepada penguna jalan di persimpangan Jalan Sudirman dan Slamet Riadi Medan, Kamis (9/10). Pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Polresta mengantisipasi dampak debu vulkanik Gunung Sinabung. Foto : James P. Pardede

Polisi Bagi-bagi Masker Gratis di Medan

Dampak erupsi gunung Sinabung yang mengeluarkan debu vulkanik telah menyebar sampai ke Medan. Menyikapi hal ini, Satuan Lalulintas ...

TEKNOLOGI

FOTO: Google

Puluhan Ribu Staf Google Siap Buru Konten Ekstremis di Youtube

Google akan mengerahkan 10.000 staf untuk memburu konten ekstremis di platform YouTube mereka menyusul kritik baru-baru ini menurut ...
Logo aplikasi WhatsApp

Konten Pornografi Muncul, Kominfo Tidak Blokir “WhatsApp”

Pasca ramai munculnya konten bernuansa pornografi dalam format "graphics interchange format" atau GIF dalam aplikasi pesan "WhatsApp", pemerintah tetap ...
obat/ilustrasi

Memperkuat Sinergi dan Sistem Pengawasan BPOM di Era MEA

Sosialisasi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai hari ini masih terus dilakukan agar tidak ada persepsi yang salah ...

KOMUNITAS

Olah raga bela diri Kendo.

Kendo, Menyerang tapi Beretika

KIAI!! begitu teriak dua pria yang saling menyerang dengan pedang kayu. Suasana pun berubah menjadi mendebarkan. Setiap kali menyerang, ...
Belajar Membatik

Peserta Didik Belajar Membatik

BELAJAR MEMBATIK-Peserta didik Nanyang Zhi Hui School Medan memberikan pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) jurnalistik, video, menggambar, catur, futsal, dance, ...
Belajar Membatik

Peserta Didik Belajar Membatik

BELAJAR MEMBATIK-Peserta didik Nanyang Zhi Hui School Medan memberikan pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) jurnalistik, video, menggambar, catur, futsal, dance, ...

AWARD

FOTO: pelantikan pengurus IKAUMI se Jabodetabek, di Citeureup - Bogor. (SWATT Online/doc)

Masrurah Mohktar kukuhkan pengurus IKAUMI se-Jabodetabek.

Pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) PT Security Phisik Dinamika (SPD) menjadi saksi sejarah pelantikan pengurus Ikatan Alumni Universitas ...
FOTO: Muhajir/SWATT Online

Lagi, Dirut SPD Group raih Award 2012

Direktur utama PT Security Phisik Dinamika (SPD Group) Panglima Ali kembali ditetapkan sebagai peraih penghargaan The Inspiring Leader ...
Direktur utama SPD, Panglima Ali menerima penganugerahan penghargaan "Top 25 The Excellent Performance & Education Award 2012", dari Kementerian Koperasi dan UKM di Hotel Le Meriedien, Jumat

Direktur utama SPD Group raih “Top Profider Security Service”

Direktur utama PT Security Phisik Dinamika (SPD Group) Panglima Ali mendapatkan penganugerahan penghargaan dari  Kementerian Koperasi dan UKM, ...

TIPS

kerja1

Kiat Bugar Sepanjang Hari di Kantor

Yayasan Jantung Inggris (BHF) menyimpulkan pekerja modern punya efek yang merugikan terhadap kesehatan. Untuk ini, BHF memberikan tips ...
Nicholas Saputra/REUTERS

Tips Nyaman Berwisata Ala Nicholas Saputra

JAKARTA - Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwisata, terutama jika anda ingin bepergian jauh ke luar negeri. ...
Bahasa Asing (ilustrasi)/LIBRARY ESCONDIDO

Tiga Jurus Bikin Belajar Bahasa Jadi Hobi Mengasyikkan

Tidak ada ilmu yang bisa masuk ke tulang sum-sum bila si pembelajar tidak menyukainya. Bagi yang sedang berusaha ...