Monday, May 29th, 2017

Membangun Danau Toba Go Internasional, Jangan Seperti Pungguk Merindukan Bulan

Published on April 9, 2016     Penulis :   ·   No Comments

Kalau hanya serius di tingkat menteri sementara penerapannya di lapangan tidak terlaksana sesuai dengan yang diharapkan sama saja seperti kata pepatah ‘besar pasak dari tiang’ atau ‘seperti pungguk merindukan bulan’.

Oleh : James P. Pardede

Sumatera Utara (Sumut) sesungguhnya memiliki kekayaan dan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Tinggal bagaimana kita memoles dan mengelolanya menjadi sebuah potensi wisata yang bisa diandalkan tanpa mengesampingkan potensi lainnya. Dengan kekayaan dan keindahan alam yang ada, tak berlebihan rasanya jika impian masyarakat Sumut memiliki destinasi wisata andalan bisa terwujud jika kita benar-benar komitmen untuk mengembangkannya.

Menara Doa Sinatapan Samosir berada tepat dipinggir Danau Toba

Menara Doa Sinatapan Samosir berada tepat dipinggir Danau Toba

Untuk memoles Danau Toba, Pemerintah Pusat telah sepakat mengembangkannya sebagai kawasan destinasi prioritas pembangunan nasional, karena Danau Toba masuk dalam Top Ten Pengembangan Kawasan Destinasi Prioritas. Lima kementerian, yakni Menteri Kemaritiman, Rizal Ramli, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya bersepakat untuk menindaklanjuti pembentukan Badan Otoritas Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Destinasi Danau Toba yang berlangsung di Institut Teknologi DEL Laguboti Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) beberapa waktu lalu.

Rizal Ramli pada kesempatan itu mengatakan, pembangunan destinasi wisata Danau Toba telah dinanti rakyat Sumut selama puluhan tahun. Di tahun ini, mimpi itu akan jadi kenyataan. Pemerintah Pusat akan melakukan pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata Danau Toba. Bukan hanya itu, waduk danau yang terbesar di Asia Tenggara ini akan disulap menjadi destinasi unggulan Sumut yang bakal menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun, dalam pembangunannya butuh dukungan dari pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar Danau Toba yang mayoritas suku Batak. Kendati memiliki keindahan alam yang elok dipandang, namun kondisi lingkungan dan air tawarnya masih jorok dan bau.

“Hal itu dipengaruhi masih banyaknya keramba-keramba milik masyarakat dan swasta yang mencemari air hasil buangan pakan serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah,” kata Rizal.

Budaya seperti ini harus segera direvolusi. Mental masyarakat harus segera direvolusi. Tata krama orang Batak yang dikenal kasar dan sangar jika dipandang harus diubah. Ke depan masyarakatnya harus mengedepankan sikap ramah dan murah senyum (smile) dalam menghadapi wisatawan. Program pembangunan infrastruktur menuju Danau Toba yang dilakukan pemerintah berupa pembangunan jalan tol, rehabilitasi destinasi Danau Toba dan infrastruktur pendukung lainnya secara bertahap sudah dimulai.

“Infrastruktur jalan, jaringan komunikasi, sanitasi air bersih menjadi prioritas pembangunan kawasan destinasi Danau Toba yang akan dilakukan Badan Otoritas Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba ke depan,” kata Rizal Ramli.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Medan, Rusmin Lawin menyampaikan bahwa gagasan Pemerintah Pusat bersinergi dengan daerah dalam membangun kawasan wisata Danau Toba patut diacungi jempol. Hanya saja, progres paling mendesak diwujudkan adalah Badan Otoritas Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba seperti Badan Otorita Batam dulunya.

“Pemerintah harus segera membentuk tim yang menggawangi badan otoritas ini, keberadaannya harus terpisah dari pemerintah kabupaten/kota yang mengelilingi Danau Toba. Badan Otoritas ini langsung berkoordinasi dengan Presiden RI agar kinerjanya tidak diintervensi kepala daerah,” kata Rusmin Lawin.

Itu sebabnya, kata Rusmin yang juga Sekretaris Jenderal FIABCI (Federasi Real Estate Dunia) Regional Asia Pacific, pembentukan badan otoritas ini akan menjadi satu kesatuan dalam pengurusan ijin-ijin dan segala sesuatu yang  berkaitan dengan pengembangan kawasan Danau Toba. Badan otoritas ini akan memangkas biaya dan jeda waktu pengurusan ijin-ijin karena sudah mengadopsi pelayanan satu atap (one roof system) tanpa ada intervensi dari kabupaten kota yang ada disekeliling Danau Toba.

“Kita harus berkomitmen membawa Danau Toba ke tingkat dunia (go internasional) dan mengajak dunia internasional datang ke Danau Toba,” tandasnya.

Sekarang, kata Rusmin tidak jamannya lagi kita melakukan promosi wisata dengan cara konvensional yang terkesan menghabiskan anggaran. Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota perlu memikirkan untuk menggandeng bloggers dan mengintensifkan promosi lewat media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Path) dan website khusus tentang destinasi wisata Danau Toba yang dirancang sedemikian rupa. Semua saat ini sudah serba online dan untuk merealisasikannya dibutuhkan sumber daya manusia yang handal.

“Masyarakat pelaku wisata juga perlu mendapat pelatihan dan pendampingan dari pemerintah untuk berlatih tentang bagaimana pelayanan yang baik, menyeragamkan harga tarif kamar, menciptakan menu beragam yang halal dan berlatih menggunakan bahasa Inggris untuk wisatawan mancanegara,” paparnya.

Mewujudkan program pemerintah meningkatkan arus kunjungan wisata ke Sumut, khususnya Danau Toba, Menteri PU Pera, Basuki Hadimuljono menyampaikan, insfrastruktur jalan tol yang dibangun menuju destinasi Danau Toba sepanjang 116 kilometer dengan jarak tempuh waktu 90 menit adalah solusi tepat mendekatkan kawasan wisata Danau Toba ke berbagai kalangan.

“Selama ini untuk mencapai Danau Toba dari Kota Medan menuju Parapat membutuhkan waktu 5 sampai 6 jam (dalam kondisi lalu lintas padat). Dengan adanya jalan alternatif ini akan mempersingkat perjalanan wisatawan ke Danau Toba. Inilah yang menjadi daya tarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Sumut,” katanya.

Bukan hanya itu saja, jalan alternatif lain juga akan ditembus oleh pemerintah. Seperti jalan dari Sibolga menuju Danau Toba menjadi prioritas pemerintah untuk menembusnya. Selain itu, membangun jalan lingkar Samosir. Statusnya akan menjadi jalan nasional. Transportasi lain yang akan diutamakan dalam pengembangan destinasi wisata Sumut adalah kereta api.

Monaco of Asia

Plt Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi menyambut gembira komitmen Pemerintah Pusat melalui lima kementerian dalam upaya pembangunan destinasi Danau Toba yang didukung dengan pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana pendukungnya.

Menara Doa Sinatapan Samosir

Menara Doa Sinatapan Samosir

Danau Toba yang berada di 7 Kabupaten, yakni Humbahas, Tobasa, Karo, Taput, Samosir, Simalungun dan Dairi, menurut Erry Nuradi pemerintah daerahnya harus melakukan action dalam penertiban kerambah-kerambah yang ada di lingkungan Danau Toba, sebagai komitmennya mendukung program pusat mewujudkan destinasi wisata Danau Toba yang bersih, aman dan lestari.

Anggota DPRD Sumut Sopar Siburian dalam sebuah kesempatan mengatakan, untuk pengembangan kawasan wisata Danau Toba perlu keseriusan dari semua elemen termasuk dari masyarakat sebagai pelaku industri pariwisata.

Komitmen pengembangan kawasan Danau Toba tidak hanya datang dari lima kementerian, Pemprovsu dan Kabupaten yang mengelilingi Danau Toba. PT Angkasa Pura II pun ikut berkomitmen mengembangkan Bandara Silangit di Tapanuli Utara, sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata Indonesia. Langkah AP II sejalan dengan rencana pemerintah mengembangkan kawasan wisata Danau Toba, yang diproyeksikan menjadi Monaco of Asia.

Selain membangun infrastruktur jalan, Bandara Silangit yang dikelola AP II juga merupakan salah satu akses transportasi terdekat menuju Danau Toba, dengan jarak tempuh antara bandara dan lokasi danau melalui jalur darat hanya 30 menit hingga  1 jam.

Pada proyek tahap I, AP II akan mengembangkan runway menjadi 2.450 x 45 meter, sehingga pesawat jet berkapasitas lebih besar dapat mendarat. Dengan adanya pesawat berbadan lebar, harga tiket untuk penerbangan langsung menuju Bandara Silangit bisa menjadi lebih terjangkau.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengenalkan Danau Toba ke dunia internasional sesungguhnya bisa dikelola dengan maksimal. Acara rutin yang digelar adalah Festival Danau Toba dan Geo Bike Caldera Toba.

Sekda Provinsi Sumut Hasban Ritonga, Sabtu (9/4) kemarin melepas peserta Geo Bike Caldera Toba 2016 dari Desa Silalahi. Kegiatan yang digagas oleh Jendela Toba dan Rumah Karya Indonesia ini merupakan yang kedua kalinya digelar, setelah dimulai tahun 2015 dan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Medan, Siantar, Banda Aceh, Ketapang, Bengkalis, Makassar, Malaysia, Thailand dan Singapura.

Geo Bike Kaldera Toba 2016 lebih mengekspos seluruh kawasan di sekitar Danau Toba yang dulunya hanya lima kabupaten, namun kini sudah menjadi tujuh kabupaten, yakni Dairi, Karo, Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan dan Samosir.

Acara apa pun yang digelar tujuannya untuk meningkatkan arus kunjungan wisata ke Sumut. Itu sebabnya sampai hari ini, Sumut terus berupaya untuk meningkatkan arus kunjungan wisata ke beberapa objek wisata di Sumut. Berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegera ke sejumlah objek wisata di Provinsi Sumatera Utara hingga November tahun 2014 tercatat sebanyak 237.830 orang, naik sebesar 4,12% dibandingkan tahun 2013. Kenaikan kunjungan itu cukup menggembirakan meski diakui jumlah kedatangan belum optimal dibandingkan potensi objek wisata dan Bandara Kualanamu sebagai bandara penghubung.

Pada periode yang sama tahun 2013, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut masih 228.419 orang. Tahun-tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan mancanegara Sumut masih didominasi oleh wisatawan dari Malaysia sebesar 55 persen atau 130.818 orang. Jumlah kunjungan turis Malaysia itu juga tetap naik meski tidak terlalu besar dibandingkan tahun 2013 yang tercatat sebanyak 126.827 orang. Setelah Malasyia, penyumbang wisatawan terbesar Sumut lainnya adalah dari Singapura, Belanda, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Australia.

Sejak krisis ekonomi tahun 1997-1998, sektor pariwisata Sumut sempat sepi dan beberapa hotel di kawasan wisata terpaksa berhenti beroperasi karena tidak ada tamu yang menginap dan mengunjungi kawasan wisata tersebut. Berdasarkan pantauan dilapangan, ada beberapa hal yang menjadi kendala bagi industri pariwisata dan wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata ke Sumatera Utara.

Dengan adanya komitmen dari lima menteri yang bersepakat untuk membangun kawasan wisata Danau Toba, ke depan perlu keseriusan dari pemerintah setempat, terutama kabupaten yang bersentuhan langsung dengan kawasan wisata ini. Kalau hanya serius di tingkat menteri sementara penerapannya di lapangan tidak terlaksana sesuai dengan yang diharapkan sama saja seperti kata pepatah ‘besar pasak dari tiang’ atau ‘seperti pungguk merindukan bulan’.

* Penulis adalah kontributor SWATT Online di Medan, Sumatera Utara.

Share

Tags: , ,

Readers Comments (0)




*
 

INTERNASIONAL

FOTO: Donald Trump (kiri) dan Hillary Clinton (kanan). (AFP)

Trump dan Clinton Kembali “Bertarung” dalam Debat Kandidat

Amerika Serikat akan menggelar debat kandidat presiden Amerika Serikat, di Washington University di St Louis, pada Minggu (9/10) ...
Iklan layanan masyarakat mengenai perdagangan manusia yang diluncurkan oleh Kejaksaan Agung New Mexico, AS. (Foto: VOA)

Jaksa : Industri Seks Kantongi Rp295 Triliun Pertahun

Para jaksa penuntut dari seluruh Amerika Serikat mengatakan, perdagangan seks adalah bentuk perbudakan zaman modern yang menyentuh tiap ...
aleppo_suriah

Puluhan Truk Berisi Bantuan untuk Aleppo Tertahan di Turki

Sebanyak 20 truk berisi bantuan yang mengangkut cukup pangan untuk puluhan ribu orang dengan tujuan wilayah timur Aleppo, ...

FOKUS

Kawsan wisata Danau Toba menjadi salah satu objek wisata andalan Sumatera Utara. Foto : James P Pardede

Hari Jadi ke-67 Pemprovsu : Komitmen dan Kebersamaan Kata Kunci Membangun Sektor Pariwisata yang Berdaya Saing di Kawasan ASEAN

Tahun ini (2015), Provinsi Sumatera Utara genap berusia 67 tahun. Di usianya yang sudah sangat matang itu ada ...
kritik_heru

Kritik.

Dan anda yang pro terhadap pemerintahan, tak seharusnya juga menganggapnya sebagai pembenci. Karena kritikan adalah bumbu sedap yang ...
Ilustrasi Simbol Polri-TNI (Liputan6.com)

Masalah Sepele Timbulkan Bentrok TNI dan Polri.

TNI dan Polri kembali bentrok di di Kepulauan Riau, pada Rabu 19 November 2014. Belum diketahui awal mula ...

INTERVIEW

Mochammad Zainul Muttaqien

Redam Konflik SARA dengan Silaturahmi.

Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polisi Republik Indonesia (Polri) sebagai lembaga pelaksana kebijakan Polri mengemban tugas dan peran sebagai ...
Supandi (ist.)

Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah

Jakarta - Kasus eksekusi Suno Duadji bak sinetron. Setelah melalui perdebatan pepesan kosong, Susno akhirnya menyerahkan diri ke Lapas ...
dok detikcom

Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh

Jakarta - Hingga kini, terpidana dugaan kasus korupsi pengamanan pilkada Jawa Barat 2008 dan korupsi penanganan perkara PT Salmah ...

HEALTHY

FOTO: Nyamuk Malaria (ist)

25 Juta Warga Afrika Terancam Malaria

Jumlah warga Afrika terancam malaria meningkat dua kali lipat menjadi 25 juta orang pada 2080 akibat perubahan iklim, ...
obat/ilustrasi

Memperkuat Sinergi dan Sistem Pengawasan BPOM di Era MEA

Sosialisasi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai hari ini masih terus dilakukan agar tidak ada persepsi yang salah ...
Personel Satlantas Polresta Medan bagi-bagikan masker kepada penguna jalan di persimpangan Jalan Sudirman dan Slamet Riadi Medan, Kamis (9/10). Pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Polresta mengantisipasi dampak debu vulkanik Gunung Sinabung. Foto : James P. Pardede

Polisi Bagi-bagi Masker Gratis di Medan

Dampak erupsi gunung Sinabung yang mengeluarkan debu vulkanik telah menyebar sampai ke Medan. Menyikapi hal ini, Satuan Lalulintas ...

TEKNOLOGI

obat/ilustrasi

Memperkuat Sinergi dan Sistem Pengawasan BPOM di Era MEA

Sosialisasi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai hari ini masih terus dilakukan agar tidak ada persepsi yang salah ...
siber

Badan Pengamanan Siber Akan Dibentuk

Pemerintah berencana membentuk badan siber untuk memperkuat sektor pertahanan dan bidang sektor strategis non pertahanan demi memperkuat kedaulatan ...
Bank BTN - Foto : Internet

Mimpi Punya Rumah, BTN (Siap) Mewujudkannya (Bagian 2-Habis)

Seiring dengan makin banyaknya perbankan yang menawarkan program KPR kepada konsumen dengan berbagai kemudahannya, BTN yang sudah berpengalaman ...

KOMUNITAS

Olah raga bela diri Kendo.

Kendo, Menyerang tapi Beretika

KIAI!! begitu teriak dua pria yang saling menyerang dengan pedang kayu. Suasana pun berubah menjadi mendebarkan. Setiap kali menyerang, ...
Belajar Membatik

Peserta Didik Belajar Membatik

BELAJAR MEMBATIK-Peserta didik Nanyang Zhi Hui School Medan memberikan pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) jurnalistik, video, menggambar, catur, futsal, dance, ...
Belajar Membatik

Peserta Didik Belajar Membatik

BELAJAR MEMBATIK-Peserta didik Nanyang Zhi Hui School Medan memberikan pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) jurnalistik, video, menggambar, catur, futsal, dance, ...

AWARD

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aditya Pradana Putra/Republika

Penghargaan Bagi SBY Apresiasi Dunia untuk Kerukunan Beragama

JAKARTA - Presiden SBY sangat menghargai perbedaan dan menghormati kehidupan antar beragama dan antar umat beragama. Karenanya, sangat ...
Kemlu

Kemlu Anugerahkan Penghargaan Adam Malik untuk Media

Jakarta - Media menjadi mitra  sangat penting dalam mendorong laju efektifitas pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi. Peran tersebut ...
Pada malam kunjungan ke AS untuk menerima kehormatan tertinggi Washington, Aung San Suu Kyi menghadapi tuduhan telah mengabaikan minoritas Muslim Myanmar Photo: AFP/The Age

Raih penghargaan dari Washington, Suu Kyi dikritik.

Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dijadwalkan akan menerima penghargaan Congressional Gold Medal, di Washington DC, pekan ...

TIPS

kerja1

Kiat Bugar Sepanjang Hari di Kantor

Yayasan Jantung Inggris (BHF) menyimpulkan pekerja modern punya efek yang merugikan terhadap kesehatan. Untuk ini, BHF memberikan tips ...
Nicholas Saputra/REUTERS

Tips Nyaman Berwisata Ala Nicholas Saputra

JAKARTA - Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwisata, terutama jika anda ingin bepergian jauh ke luar negeri. ...
Bahasa Asing (ilustrasi)/LIBRARY ESCONDIDO

Tiga Jurus Bikin Belajar Bahasa Jadi Hobi Mengasyikkan

Tidak ada ilmu yang bisa masuk ke tulang sum-sum bila si pembelajar tidak menyukainya. Bagi yang sedang berusaha ...