Wednesday, June 19th, 2019

Mengintip ‘Ladang’ Buruh Lepas di Labuhan Batu

Published on October 28, 2014     Penulis :   ·   No Comments
BURUH HARIAN LEPAS. Buruh di perkebunan sering mendapat perlakuan kurang manusiawi, terutama buruh harian lepas (BHL) yang kontrak dan statusnya tak jelas. Foto : James P. Pardede

BURUH HARIAN LEPAS. Buruh di perkebunan sering mendapat perlakuan kurang manusiawi, terutama buruh harian lepas (BHL) yang kontrak dan statusnya tak jelas. Foto : James P. Pardede

Sejak ekonomi sawit terdongkrak lima kali lipat di awal 1990, sektor tersebut menjadi salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Sumatera. Sayang, sebagian besar pekerja di kebun sawit itu berstatus buruh harian lepas.

Oleh : James P. Pardede

BARU tamat SMA Yunus Laia tatkala ia meninggalkan kampung halamannya Lolo Wa’u, Kabupaten Nias Selatan, untuk bekerja sebagai buruh harian lepas dalam area terpencil di Labuhan Batu, Sumatra Utara.

Lelaki 36 tahun itu tidak bisa mengingat persis tahunnya, sekitar 1998 atau 1999. “Namun waktu itu, kami ada sekitar 800 orang dibawa dari Nias lewat kapal laut dan bersandar di Pelabuhan Sibolga. Dari Sibolga ke PT Tor Ganda di Labuhan Batu (saat itu, belum ada pemekaran yang membagi wilayah menjadi Labuhan Batu Utara dan Labuhan Batu Selatan).”

Beberapa buruh berasal dari kampung yang sama. Sisanya direkrut dari kantung-kantung pekerja di Teluk Dalam, Idanogawo, Gido, Mandehe, Tuhemberua, Lahewa, Sirombu, dan Bawolato Kepulauan Nias.

Alasan Yunus mantap hijrah yakni untuk menangguk lonjakan rezeki di Labuhan Batu dan tergiur oleh tawaran akan naik status jadi karyawan setelah tiga bulan mengikuti masa percobaan. Upah buruh harian lepas di Labuhan Batu juga relatif lebih baik pada masa itu, yakni Rp 3.500 per hari. Sementara di Nias, upah pekerjaan sejenis hanya tembus Rp 1.000 per hari.

Enam bulan bekerja, Yunus memutuskan pindah ke PT Merbau Jaya. Dan dua tahun berselang, lantaran tidak tahan atas perlakuan perusahaan, ia memutuskan pindah ke PT Andalah Intiagro Lestari, salah satu perkebunan group Asian Agri. Setelah 1,5 tahun, statusnya naik menjadi buruh SKU – kependekan dari Standar Kerja Umum.

Yunus pun mantap mengajak serta istri dan anaknya untuk tinggal di area perkebunan.

Terpojok 

Saat menyambangi tempat tinggalnya di perkebunan AIAL, beberapa ekor ayam peliharaan berkeliaran ke antara tiang-tiang rumah panggung. “Sudah lebih dari 10 tahun kami tinggal di rumah ini,” kata Yunus. Lantaran rawan banjir, rumah-rumah sengaja ditinggikan. Beberapa tahun terakhir, perusahaan mulai mendirikan bangunan beton untuk menggantikan rumah panggung yang mulai rusak.

Yunus Laia

Yunus Laia

Saban pagi, bus perusahaan singgah ke rumah tersebut untuk menjemput empat anak Yunus ke sekolah. Sedangkan istri Yunus, Meri Bate’i, tiga tahun ini bergabung dengan perusahaan sebagai buruh harian lepas yang bertugas menyemprot sawit.

Upah yang ia terima sekitar Rp 74 ribu per hari. Jika dikalikan dengan 26 hari kerja yang diizinkan oleh perusahaan maka Meri bisa memperoleh upah Rp 1.924.000 per bulan. Adapun Yunus sebagai buruh SKU menerima sekitar Rp 1.728.000 per bulan, plus beras dari perusahaan.

Jika ditotal, penghasilan per bulan keduanya berkisar antara Rp 3,2 juta dan Rp 3,6 juta. Jumlah tersebut dikelola untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari membeli sayur dan ikan, sampai membayar biaya sekolah anak-anak.

Seiring harga-harga bahan pokok yang terus naik di wilayah perkebunan, Yunus pun mengeluhkan kenaikan upah yang tidak signifikan setiap tahunnya. “Seharusnya, kalau mau menaikkan gaji karyawan lakukan penelitian dulu di pasar. Berapa harga sayur dan ikan dari kota yang dibawa ke perkebunan?” ujarnya.

Biaya hidup dalam wilayah perkebunan memang tinggi. Jika di Pasar Rantau Prapat, kota terdekat dari perkebunan, harga sayur biasanya Rp 3.000. Begitu sampai di perkebunan, harganya naik dua kali lipat menjadi Rp 7.000.

Lain Yunus, lain pula Firman Jaya Gulo. Hidup sebagai buruh harian lepas, Firman lebih cemas terhadap sampel darah yang dilakukan perusahaan setiap 6 bulan sekali kepada buruh bagian penyemprotan. Menurut dia, buruh tidak pernah memperoleh informasi tentang hasilnya.

“Kenapa tes darah dilakukan kepada pekerja di bagian penyemprotan dan pengambilan sampel darah bisa sampai beberapa cc? Setiap kali kita tanya, perusahaan selalu mengatakan bahwa itu untuk memastikan setiap buruh tidak terserang penyakit atau menderita satu jenis penyakit,‚ÄĚ kata Firman gusar.

Sebelumnya, lanjut Firman, perusahaan sempat berjanji bahwa setiap buruh yang dinyatakan sehat dan tidak mengidap penyakit akan diangkat statusnya sebagai buruh SKU. Janji tinggal janji, beberapa tahun menunggu namun buruh perempuan yang bekerja di bagian penyemprotan dan pengumpul buah jatuh tidak pernah diangkat menjadi buruh SKU.

‘Menghisap’¬†

Firman Jaya Gulo

Firman Jaya Gulo

Upah murah, minim fasilitas, rentan celaka. Pembangunan industri kelapa sawit umumnya ‘menghisap’ tenaga buruh. Lemahnya pengawasan membuat mereka terpojok pada posisi tak berdaya.

Menurut peneliti Lentera Rakyat, Diapari Marpaung, eksploitasi buruh di perkebunan sawit Labuhan Batu terjadi secara sistematis. Mulai dari rekrutmen, sistem kerja, hubungan kerja, struktur perusahaan, hingga minimnya penyediaan fasilitas kerja, fasilitas hidup dan kebutuhan pokok.

‚ÄúBuruh bekerja tanpa kontrak, tidak ada dokumen apa pun dalam hubungan kerja antara buruh dan pengusaha perkebunan. Jikapun ada, kontrak dipegang oleh ‘agen’, sehingga mereka tidak pernah melihat kontrak dan tidak tau isinya,” kata dia. Diapari menambahkan, tidak pernah ada jaminan mengenai keberlangsungan kerja dan tidak ada dokumen yang menandakan mereka adalah buruh di perkebunan.

Wajah buruh kontrak di kebun-kebun sawit, menurut Diapari, tak jauh beda dengan kolonialisme Belanda. Pola-pola penindasan dan kontrol yang diberlakukan mirip.

“Akibat penerapan beban kerja dan target kerja yang tinggi, serta penerapan denda bagi buruh, buruh terpaksa melibatkan anak dan isteri maupun keluarganya untuk membantu menyelesaikan target yang ditentukan,‚ÄĚ imbuh Diapari.

Adapun menurut estimasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia, lebih dari dua juta buruh yang menerima perlakuan diskriminatif di sektor perkebunan Sumatra Utara.

Saat dikonfirmasi ke perusahaan perkebunan Asian Agri di Medan, Humas Asian Agri Lidia Veronika berjanji akan memberikan jawaban tentang beberapa pertanyaan terkait penanganan buruh di perkebunan, Rabu (22/10). Sampai tulisan ini diturunkan, jawaban belum diterima.(*)

Share

Tags:

Readers Comments (0)




*
 

INTERNASIONAL

FOTO: Psukan Militer Israel (www.pri.org)

Militer Israel Gempur Pasukan Iran di Suriah

Paukan Militer Israel (IDF) mengatakan mereka mulai melancarkan serangan terhadap pasukan Iran di Suriah. IDF mengatakan target operasi ini ...
FOTO : Ilustrasi Pemuda Palestina

Dua Pemuda Palestina Ditembak Tentara Israel

Dua pemuda Palestina yang masuk ke Israel melalui Jalur Gaza tewas ditembak oleh tentara Israel, pada hari Minggu ...
FOTO: Seorang anak perempuan Palestina menghadang tentara Israel.

Hikmanto : Soal Yerusalem Bukan Soal Agama, Melainkan Bentuk Penjajahan

Masyarakat di Tanah Air dihimbau tetap dapat menjaga perdamaian serta tidak mudah terprovokasi melakukan kekerasan terkait kriris Yerusalem, ...

FOKUS

Pendiri Majalah Playboy, Hugh Hefner

Hugh Hefner Melegenda dengan ‘Majalah Playboy’

Pria kelahiran 9 April 1926 ini melegenda sebagai pelopor majalah pria dewasa Playboy yang didirikannya. Ya, dia adalah Hugh Hefner. Disaat ...
Kawsan wisata Danau Toba menjadi salah satu objek wisata andalan Sumatera Utara. Foto : James P Pardede

Hari Jadi ke-67 Pemprovsu : Komitmen dan Kebersamaan Kata Kunci Membangun Sektor Pariwisata yang Berdaya Saing di Kawasan ASEAN

Tahun ini (2015), Provinsi Sumatera Utara genap berusia 67 tahun. Di usianya yang sudah sangat matang itu ada ...
kritik_heru

Kritik.

Dan anda yang pro terhadap pemerintahan, tak seharusnya juga menganggapnya sebagai pembenci. Karena kritikan adalah bumbu sedap yang ...

INTERVIEW

Mochammad Zainul Muttaqien

Redam Konflik SARA dengan Silaturahmi.

Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polisi Republik Indonesia (Polri) sebagai lembaga pelaksana kebijakan Polri mengemban tugas dan peran sebagai ...
Supandi (ist.)

Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah

Jakarta - Kasus eksekusi Suno Duadji bak sinetron. Setelah melalui perdebatan pepesan kosong, Susno akhirnya menyerahkan diri ke Lapas ...
dok detikcom

Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh

Jakarta - Hingga kini, terpidana dugaan kasus korupsi pengamanan pilkada Jawa Barat 2008 dan korupsi penanganan perkara PT Salmah ...

HEALTHY

FOTO: Nyamuk Malaria (ist)

25 Juta Warga Afrika Terancam Malaria

Jumlah warga Afrika terancam malaria meningkat dua kali lipat menjadi 25 juta orang pada 2080 akibat perubahan iklim, ...
obat/ilustrasi

Memperkuat Sinergi dan Sistem Pengawasan BPOM di Era MEA

Sosialisasi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai hari ini masih terus dilakukan agar tidak ada persepsi yang salah ...
Personel Satlantas Polresta Medan bagi-bagikan masker kepada penguna jalan di persimpangan Jalan Sudirman dan Slamet Riadi Medan, Kamis (9/10). Pembagian masker sebagai bentuk kepedulian Polresta mengantisipasi dampak debu vulkanik Gunung Sinabung. Foto : James P. Pardede

Polisi Bagi-bagi Masker Gratis di Medan

Dampak erupsi gunung Sinabung yang mengeluarkan debu vulkanik telah menyebar sampai ke Medan. Menyikapi hal ini, Satuan Lalulintas ...

TEKNOLOGI

FOTO: Google

Puluhan Ribu Staf Google Siap Buru Konten Ekstremis di Youtube

Google akan mengerahkan 10.000 staf untuk memburu konten ekstremis di platform YouTube mereka menyusul kritik baru-baru ini menurut ...
Logo aplikasi WhatsApp

Konten Pornografi Muncul, Kominfo Tidak Blokir “WhatsApp”

Pasca ramai munculnya konten bernuansa pornografi dalam format "graphics interchange format" atau GIF dalam aplikasi pesan "WhatsApp", pemerintah tetap ...
obat/ilustrasi

Memperkuat Sinergi dan Sistem Pengawasan BPOM di Era MEA

Sosialisasi tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sampai hari ini masih terus dilakukan agar tidak ada persepsi yang salah ...

KOMUNITAS

Olah raga bela diri Kendo.

Kendo, Menyerang tapi Beretika

KIAI!! begitu teriak dua pria yang saling menyerang dengan pedang kayu. Suasana pun berubah menjadi mendebarkan. Setiap kali menyerang, ...
Belajar Membatik

Peserta Didik Belajar Membatik

BELAJAR MEMBATIK-Peserta didik Nanyang Zhi Hui School Medan memberikan pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) jurnalistik, video, menggambar, catur, futsal, dance, ...
Belajar Membatik

Peserta Didik Belajar Membatik

BELAJAR MEMBATIK-Peserta didik Nanyang Zhi Hui School Medan memberikan pelajaran tambahan (ekstrakurikuler) jurnalistik, video, menggambar, catur, futsal, dance, ...

AWARD

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aditya Pradana Putra/Republika

Penghargaan Bagi SBY Apresiasi Dunia untuk Kerukunan Beragama

JAKARTA - Presiden SBY sangat menghargai perbedaan dan menghormati kehidupan antar beragama dan antar umat beragama. Karenanya, sangat ...
Kemlu

Kemlu Anugerahkan Penghargaan Adam Malik untuk Media

Jakarta - Media menjadi mitra  sangat penting dalam mendorong laju efektifitas pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi. Peran tersebut ...
Pada malam kunjungan ke AS untuk menerima kehormatan tertinggi Washington, Aung San Suu Kyi menghadapi tuduhan telah mengabaikan minoritas Muslim Myanmar Photo: AFP/The Age

Raih penghargaan dari Washington, Suu Kyi dikritik.

Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dijadwalkan akan menerima penghargaan Congressional Gold Medal, di Washington DC, pekan ...

TIPS

kerja1

Kiat Bugar Sepanjang Hari di Kantor

Yayasan Jantung Inggris (BHF) menyimpulkan pekerja modern punya efek yang merugikan terhadap kesehatan. Untuk ini, BHF memberikan tips ...
Nicholas Saputra/REUTERS

Tips Nyaman Berwisata Ala Nicholas Saputra

JAKARTA - Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwisata, terutama jika anda ingin bepergian jauh ke luar negeri. ...
Bahasa Asing (ilustrasi)/LIBRARY ESCONDIDO

Tiga Jurus Bikin Belajar Bahasa Jadi Hobi Mengasyikkan

Tidak ada ilmu yang bisa masuk ke tulang sum-sum bila si pembelajar tidak menyukainya. Bagi yang sedang berusaha ...