Monday, July 28th, 2014

NKRI

Published on March 15, 2011     Penulis :   ·   No Comments

Aceh kini bukan hanya sebuah daerah yang dirajang perang, tapi juga sejumlah pertanyaan. Pertanyaan itu semuanya berkait dengan apa sebenarnya sebuah “Indonesia”—ya, apa sebenarnya “Indonesia” yang hendak dipertahankan.

Kata para jenderal dan politikus, keutuhan wilayah itulah yang harus dibela. Tapi apa arti “wilayah” sebuah negeri? Apa pula “keutuhan” itu? Kita acap lupa “wilayah” adalah sebuah tempat dalam ilmu bumi, yang terbentang antara sekian garis lintang dan sekian garis bujur. Ia sebuah ruang. Dalam riwayatnya yang panjang manusia membela ruang itu sebagai membela milik sendiri, tapi dalam hal “Indonesia”, apa artinya “milik”?

“Milik” pada akhirnya berarti kekuasaan, dan kekuasaan itu bergerak dalam sejarah. Seandainya Raffles, orang Inggris itu, terus berkuasa di Jawa dan tak menyerahkan pulau ini kepada Belanda pada tahun 1816, mungkin Singapura yang kemudian didirikannya akan jadi bagian dari sebuah wilayah yang kini disebut “Indonesia”. Atau sebaliknya: bisa juga Yogyakarta akan termasuk sebuah negeri yang disebut “Singapura”. Perang dan perdagangan—kedua-duanya bukan sesuatu yang sakral—yang membuat dan menetapkan peta bumi. Benarkah “wilayah” begitu berarti hingga hal-hal yang lain boleh dikorbankan? Benarkah begitu penting “keutuhan”?

“Keutuhan”—kata ini pun tak pasti benar dari mana datangnya. Yang jelas, ia mencakup pengertian yang lebih luas ketimbang sekadar ketentuan tapal batas. “Keutuhan” bukan sekadar persoalan teritorial. Ia juga bisa berarti sumber alam dan keseimbangan ekologi, termasuk hutan tropis yang hijau dan biodiversitas hewan yang hidup, juga para penghuni, kehidupan sosial, dan khazanah kebudayaan mereka. Apa artinya “keutuhan” yang dipertahankan bila hutan jadi terbakar, sawah dan lumbung hancur, dan suatu masyarakat berantakan? Apa artinya “keutuhan” jika kelompok manusia yang berbeda saling membunuh dan mengusir?

Tapi mungkin juga yang hendak dipertahankan adalah sebuah “Indonesia” sebagai ingatan yang berharga. Sejak kita kanak-kanak, kita diberi rasa bangga akan sebuah negeri yang terbentang dari “Sabang sampai Merauke”, tentang orang-orang Aceh yang menyumbangkan yang mereka miliki buat Republik Indonesia yang baru berdiri, tentang kolonialisme Belanda yang justru mempersatukan pelbagai orang di Nusantara.

Kenangan itu sangat intim. Ia bagian dari identitas kita. Tapi setiap catatan dari masa lalu selalu mengandung apa yang luhur dan juga apa yang brutal, apa yang mengharukan dan juga apa yang mengerikan, bahkan memuakkan. Kenangan tentang sebuah “Indonesia” dapat berisi dokumen yang merekam niat mulia yang hendak menjabat tangan orang lain yang berbeda—niat yang membuat Sumpah Pemuda pada tahun 1928 terjadi dan sebuah generasi baru dengan ikhlas melupakan ikatan kesetiaan lama mereka, untuk membangun sebuah ikatan kesetiaan baru.

Tapi sejarah persatuan itu juga dapat berupa sejarah ketidak-ikhlasan. Bahkan sejarah kekerasan, pemaksaan, dan penyeragaman. Itulah sebabnya Bung Hatta pernah memperingatkan agar “per-satu-an” dibedakan dari “per-sate-an”.

Maka, sebuah “Indonesia” yang manakah yang hendak kita pertahankan?

Saya termasuk mereka yang akan menjawab: sebuah “Indonesia” yang dengan Aceh ada di dalamnya, tapi bukan sebuah NKRI (singkatan yang kaku dari “Negara Kesatuan Republik Indonesia”), yang memaksa Aceh untuk berada di dalamnya. Saya akan menangis bila Aceh terlepas dari Republik. Tapi saya juga akan menangis bila Aceh dibungkam oleh mereka yang datang atas nama Republik. “Indonesia” yang utuh adalah Indonesia yang punya cita-cita yang berharga untuk utuh.

Amerika Serikat adalah contoh yang tak menarik pada hari-hari ini, tapi dulu, pada pertengahan abad ke-19, ketika sebagian wilayah republik itu hendak memisahkan diri, seorang presiden yang kurus dan arif terpaksa mengirim tentara untuk memadamkan “pemberontakan” itu. Tapi bukan karena takut akan hilangnya sekian ribu kilometer persegi tanah. Ada yang lebih penting ketimbang keutuhan wilayah—yakni keutuhan sebuah cita-cita yang layak.

Maka, ketika sejumlah negara bagian di Selatan menjadi kekuatan separatis karena ingin melanjutkan perbudakan, Presiden Lincoln memutuskan: mereka harus dikalahkan. Sebuah perang pun meletus. Korban berjatuhan, amat dahsyat. Tapi Amerika Serikat waktu itu tahu untuk apa.

Kalimat pertama pidato Presiden Lincoln di Makam Pahlawan Gettysburg menjawab kenapa perang itu harus terjadi—dan itu tak jauh dari pertanyaan mengapa Amerika Serikat harus berdiri: ia adalah “sebuah bangsa baru, yang dibuahi dalam kemerdekaan, dan dipersembahkan untuk cita-cita bahwa semua manusia diciptakan sama”. Perbudakan jelas bertentangan dengan cita-cita itu, dan siapa yang akan mempertahankannya dengan kekerasan harus dikalahkan.

Di Indonesia belum terdengar alasan yang sejelas itu, tapi di Aceh, tentara telah dikirim. Perang berkobar. Korban jatuh di kedua belah pihak. Apa sebenarnya sebuah “Indonesia” yang hendak dipertahankan?

Jawabannya akan menentukan hidup kita kelak. Sebuah “Indonesia” yang masih bercita-cita atau sebuah “Indonesia” yang tanpa cita-cita? Sebuah “Indonesia” yang pandai bernegosiasi atau sebuah “Indonesia” yang bagaikan preman, yang menangguk untung dari kekerasan? Sebuah “Indonesia” yang percaya kepada hak-hak rakyat atau sebuah “Indonesia” yang sedang hendak menampik demokrasi? Sebuah “Indonesia” yang patut dibanggakan atau sebuah “Indonesia” yang bahkan oleh bangsanya sendiri berhenti diacuhkan?

Aceh memang sejumlah pertanyaan.

Dikutip secara lengkap dari http://caping.wordpress.com/2003/07/21/nkri/

Share

Readers Comments (0)




 

INTERNASIONAL

FOTO: AP

Dunia Mengecam Kebiadaban Israel.

AKHIR pekan lalu, militer Israel mengintensifkan agresi mereka ke Jalur Gaza, Palestina. Setelah hanya serangan udara, tentara Israel ...
FOTO: ilustrasi Warga Palestina berdiri di lubang yang menurut polisi akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, Palestina, Kamis (3/7). (ANTARA/REUTERS/Mohammed Salem)

Bombardir Rumah Warga, Israel Langgar Hukum Perang.

Israel melanggar hukum perang karena membom rumah warga Palestina di Gaza, kata kantor PBB urusan hak asasi manusia, ...
FOTO:  harga listrik di Australia meningkat dua kali lipat (ABC)

‘Runtuhnya’ Industri Listrik Australia

Harga listrik di Australia dalam beberapa tahun terakhir meningkat dua kali lipat. Hal ini umumnya disebabkan karena konsumen ...

FOKUS

Fauzi (41) Warga Sungai Deli Medan

Nyanyi Sunyi Warga Sungai Deli

DARI hulu sampai ke hilir sungai Deli terdapat ratusan bahkan ribuan pemukiman yang dihuni ratusan kepala keluarga dan ...
FOTO: Editor SWATT Online,  Heru Lianto

Prabowo, Mantan Aktivis, dan Tudingan Para Mantan Jendral Itu.

Calon Presiden Prabowo Subianto dituding sebagai penanggungjawab kasus penculikan 13 aktivis pro-demokrasi tahun 1998 saat dia menjabat Komandan ...
FOTO: Ilustrasi. (kdri.web.id)

Badan Pelindung Koruptor.

Oleh: M Bashori Muchsin. SEBENARNYA sudah lama institusi pemeriksa keuangan seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) `ditersangkakan' oleh publik ...

INTERVIEW

Supandi (ist.)

Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah

Jakarta - Kasus eksekusi Suno Duadji bak sinetron. Setelah melalui perdebatan pepesan kosong, Susno akhirnya menyerahkan diri ke Lapas ...
dok detikcom

Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh

Jakarta - Hingga kini, terpidana dugaan kasus korupsi pengamanan pilkada Jawa Barat 2008 dan korupsi penanganan perkara PT Salmah ...
Arief Hidayat (dok.detikcom)

Hakim Konstitusi Arief: Bayar di Bawah UMR, Pengusaha Tak Bisa Dipidana

Jakarta - Pekan lalu Mahkamah Agung (MA) menghukum pengusaha Surabaya selama 1 tahun penjara karena mengupah buruh di bawah UMR. Hakim ...

HEALTHY

Pengambilan sumpah dokter dilakukan setelah lulus uji kompetensi dokter secara nasional. Foto : James P Pardede

Dokter Boleh Bersumpah Setelah Lulus UKDI

Berdasar pada Undang-undang No. 20  Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran pasal 36 dan 37 ditegaskan untuk menyelesaikan program ...
Nyamuk

Hindari Kematian Akibat DBD

Kematian akibat penyakit demam dengue (DD) masih terjadi di Indonesia, salah satunya karena diabaikannya tanda bahaya atau "warning ...
FOTO: Ilustrasi (aloftyexistence.wordpress.com/)

Inilah Tanda Wanita Puas Berhubungan Intim.

Bagi kaum lelaki terdapat tanda yang khas ketika mencapai puncak orgasme saat berhubungan intim dengan wanita, yakni orgasme ...

TEKNOLOGI

WARKOP : Salah sektor usaha mikro, kecil dan menengah adalah warung kopi (Warkop) seperti yang ada di KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan. Foto : James P. Pardede

Pelaku UMKM Berbasis IT, Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran

PAGI itu, suasana kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara masih sepi. Komisioner dan pegawai sekretariat yang sehari-hari ...
FOTO: ilustrasi (theindonesianinstitute.com)

Jenuh Dengan Akun Kampanye? Unfriend” atau “Unfollow” Saja!

Anda merasa jenuh dengan akun yang berkampanye maupun berisi black campaign? Ah, itu soal mudah. Karena Anda tinggal  ...
PT PLN

Rencana Kenaikan Tarif Listrik Harus Dicegah

DITENGAH situasi dan kondisi kelistrikan yang sering padam di beberapa kota terpaksa akan mengambil jalan pintas dengan rencana ...

KOMUNITAS

Walikota Medan Dzulmi Eldin

Harapan Mereka pada Presiden Terpilih

Tanggal 9 Juli 2014 lalu, bangsa Indonesia menggelar pesta demokrasi memilih pemimpin pemerintahan tertinggi yaitu pemilihan presiden. Ini ...
Pemukiman di pinggiran Sungai Deli

Hak Memilih dan Tingkat Partisipasi Warga Sungai Deli

Agenda pemilihan umum legislatif lalu, warga pinggiran sungai Deli dan sungai Babura banyak didatangi oleh calon anggota legislatif ...
Solidaritas Palestina Merdeka mengutuk keras serangan Israel ke Palestina. Foto : James P Pardede

Aksi Damai Solidaritas Palestina Merdeka

Ada sekitar 20 orang mass yang tergabung dalam Solidaritas Palestina Merdeka melakukan aksi damai didepan kantor DPRD Sumut, ...

AWARD

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Aditya Pradana Putra/Republika

Penghargaan Bagi SBY Apresiasi Dunia untuk Kerukunan Beragama

JAKARTA - Presiden SBY sangat menghargai perbedaan dan menghormati kehidupan antar beragama dan antar umat beragama. Karenanya, sangat ...
Kemlu

Kemlu Anugerahkan Penghargaan Adam Malik untuk Media

Jakarta - Media menjadi mitra  sangat penting dalam mendorong laju efektifitas pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi. Peran tersebut ...
Pada malam kunjungan ke AS untuk menerima kehormatan tertinggi Washington, Aung San Suu Kyi menghadapi tuduhan telah mengabaikan minoritas Muslim Myanmar Photo: AFP/The Age

Raih penghargaan dari Washington, Suu Kyi dikritik.

Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dijadwalkan akan menerima penghargaan Congressional Gold Medal, di Washington DC, pekan ...

TIPS

kerja1

Kiat Bugar Sepanjang Hari di Kantor

Yayasan Jantung Inggris (BHF) menyimpulkan pekerja modern punya efek yang merugikan terhadap kesehatan. Untuk ini, BHF memberikan tips ...
Nicholas Saputra/REUTERS

Tips Nyaman Berwisata Ala Nicholas Saputra

JAKARTA - Banyak hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwisata, terutama jika anda ingin bepergian jauh ke luar negeri. ...
Bahasa Asing (ilustrasi)/LIBRARY ESCONDIDO

Tiga Jurus Bikin Belajar Bahasa Jadi Hobi Mengasyikkan

Tidak ada ilmu yang bisa masuk ke tulang sum-sum bila si pembelajar tidak menyukainya. Bagi yang sedang berusaha ...