Satuan Narkoba Polresta Pelabuhan, Kamis (28/6) sekitar pukul 15.00 Wita, berhasil menciduk seorang pria yang diduga bandar ganja bernama Hamdan alias Andan (24), dalam penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Dg Tata Kompleks BTN Tabaria Blok D Nomor 4, Makassar. Dalam penggerebekan itu, petugas penyita satu kantong ganja kering seberat 0,5 kilogram.
Penangkapan bandar ganja ini hanya berselang empat hari setelah Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, meringkus seorang siswa SMA bernama Windrah (17), yang tengah mengisap ganja kering di depan Masjid Ahmadiyah, Jalan Anuang. Di hari yang sama juga ditangkap empat pengguna sabu saat berpesta di sebuah rumah kos di Jalan Sungai Pareman.
Windran mengungkapkan adanya jaringan pengedar ganja yang dikendalikan seseorang, yang khusus melayani konsumen dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Satnarkoba Polresta Pelabuhan mengonfirmasikan, Hamdan diduga salah satu pengendali peredaran ganja di Makassar. “Tersangka memiliki jaringan di Jakarta. Dia salah satu pengendali di Makassar dan memiliki konsumen dari berbagai kalangan, termasuk pelajar,” ungkap Kasat Narkoba Polres Pelabuhan AKP Muh Jufri Natsir, kemarin.
Sebelum penangkapan, aparat menerima informasi keberadaan Hamdan di rumahnya di Kompleks Tabaria. Saat dilakukan penggerebekan, tersangka tengah mengemas beberapa linting ganja yang siap edar.
Karena dicurigai memiliki barang yang cukup banyak, petugas kemudian menggeledah kamar tersangka, dan berhasil menemukan satu kantung plastik hitam besar berisi setengah kilo gram ganja.
Di kamar tersangka juga disita lima anak panah.
Hamdan mengakui, ia memiliki jaringan pengedar di Jakarta. Barang-barang haram itu ia dapatkan dari pasokan rekannya lewat Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar.
“Ganja ini dibawa teman saya, laki-laki namanya AN. AN ini yang sering mengantarkan barang ke saya, langsung ke rumah. Saya nanti yang kemas per linting dan sekalian mengedarkannya,” terang Hamdan.
Menurutnya, di Makassar ia memiliki pelanggan dari berbagai kalangan. Ganja setengah kilogram itu rencananya akan diedarkan hari ini, karena telah dipesan khusus oleh beberapa pelanggan.
“Biasanya peredarannya tidak susahji karena sudah ada yang pesan. Saya tinggal antar saja,” akunya.
Lantas untuk apa anak panah itu? Menurut Hamdan, anak panah itu hanya untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu ada yang masuk dan mencoba menangkapnya.
Selama menjadi pengedar, tersangka mengaku baru kali ini berurusan dengan polisi.
Wakapolres Pelabuhan Kompol Satria Febrianto, mengemukakan, penangkapan tersangka dipimpin Kanit Narkoba Polres Pelabuhan Ipda Muh Warpa. Hamdan, kata dia telah cukup lama masuk dalam incaran petugas, setelah menerima informasi sepak terjang tersangka dari beberapa pengguna dan pengedar.
“Dia memang cukup dikenal di kalangan pengguna ganja. Karena pelanggannya banyak dan dia termasuk bandar cukup besar di Makassar,” terang Satria.
Kediamannya di BTN Tabaria, sebulan terakhir diawasi oleh anggota. Namun, selama ini ia gagal ditangkap karena jarang melakukan aktivitas di rumahnya. Polisi juga tengah mengembangkan kasus ini, karena diduga Hamdan memiliki pengedar-pengedar kecil di beberapa tempat.
Sementara itu, Kapolresta Pelabuhan AKBP Audy AH Manus, usai menerima laporan penangkapan bandar ganja Makassar ini mengatakan, tertangkapnya Hamdan akan menjadi pintu masuk untuk membongkar aktivitas para pengedar di Makassar.
“Kita berharap mendapatkan informasi dari tersangka. Keterangannya kita butuhkan untuk membongkar siapa-siapa yang terlibat dalam peredaran narkoba di Makassar,” katanya.
Pihaknya juga akan menyelidiki siapa yang terlibat meloloskan barang haram itu di pelabuhan. [dtc]