Bawa 10 Barang Terlarang Langsung Dimusnahkan

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Jatim mulai memberlakukan aturan tegas terhadap jemaah yang mencoba membawa barang ‘terlarang’ di kopernya. Jika sebelumnya, apabila ditemukan maka barang-barang ini dikembalikan ke panitia haji kabupaten/kota, tahun ini akan dimusnahkan.

Barang yang berpotensi diselundupkan adalah rokok dan jamu kuat. Pada penyelenggaraan haji tahun lalu, banyak jemaah membawa berdus-dus rokok dan jamu kuat. Tujuannya dijual di Arab Saudi, karena harga dua barang ini di sana sangat mahal.

Kasi Perjalanan dan Sarana Haji Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Hikmah Rahman mengatakan pemusnahan itu dilakukan untuk memberi efek jera, karena hampir tiap tahun aturan ini selalu dilanggar. “Sebenarnya untuk rokok bisa dibawa, tapi tidak boleh lebih dari 200 batang atau dua slop. Tapi yang terjadi, banyak jemaah membawa berslop-slop rokok untuk dijual di sana (Arab Saudi),” kata Hikmah di Asrama Haji Sukolilo, Senin (4/10).

Khusus barang-barang bawaan, panitia hanya membolehkan jemaah membawa barang tak lebih dari 32 kg. Hal ini sesuai ketentuan International Air Traffic Association (IATA) dan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi.

Ada 10 jenis barang tak boleh dibawa dan ada tiga jenis barang yang boleh dibawa tapi terbatas. Rokok termasuk barang boleh dibawa tapi tak boleh lebih dari 200 batang atau dua slop. Sementara yang tak boleh dibawa seperti kompor, lampu gas, korek gas, tabung oksigen, terasi, dan durian. (Selengkapnya lihat tabel di halaman 1, -Red)

Untuk mendeteksi barang bawaan, petugas Bea dan Cukai akan mengontrol setiap koper dan tas jemaah dengan menggunakan sinar-X (X-ray).

“Kalau dulu barang-barang yang melanggar ini kami kembalikan ke petugas kota/kabupaten dengan berita acara pemeriksaan, sekarang akan kami musnahkan,” tegas Hikmah.

Jemaah haji dijadwalkan mulai masuk asrama, Senin (11/10) mendatang. Mereka dari Mojokerto 197 jemaah, Kota Madiun 230 jemaah dan Surabaya 23 jemaah.

Tahun ini, jumlah jemaah haji yang berangkat dari Jatim 34.123 orang. Mereka akan dikawal 385 petugas. Ada dua maskapai penerbangan siap melayani yakni Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Setiap pesawat Garuda diisi 455 orang, terdiri 450 jemaah dan lima petugas kloter. Sedangkan Saudi Airlines diisi 450 orang terdiri 445 jemaah dan lima petugas.

Informasi dari Arab Saudi saat ini musim dingin, karena itu Hikmah mengimbau jemaah membawa selimut tebal. Jemaah juga diminta menyiapkan fisik agar ibadahnya tak terganggu. “Paling tidak, lima hari sebelum berangkat istirahat total, syukurannya jauh hari saja. Ibadah haji ini ibadah fisik, harus siap fisik dan mental,” saran perempuan asal Gorontalo ini.

Sementara itu, di Surabaya sebanyak 3.559 calon jemaah haji (CJH) dilepas Sekkota Soekamto Hadi di Masjid Al Akbar, Senin (4/10). Setelah itu jemaah mengikuti acara manasik dipimpin Ismail Sahid dari Kementerian Agama Jatim.

Dari jumlah itu, CJH tertua asal Surabaya diketahui berusia 89 tahun bernama Supriadi bin Jauri, sedangkan CJH termuda bernama Tommy Resya Elian, 18 tahun. “Jumlah jemaah haji tahun ini meningkat. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat tinggi untuk beribadah haji,” terang Soekamto.

Sumber: surya.co.id