Disenggol Bus Mayasari Bakti, Seorang Ibu Tewas

Sungguh malang nasib keluarga Syarullah, warga Jl. Kemayoran Gempol Jakarta Pusat. Di mana menjelang Lebaran, ia harus melewati lebaran tanpa Sang istri, Pariningsih dan anak tercintanya, Zulfa. Pasalnya, permata hati dan buah hati ia mengalami kecelakaan di jalan Ir. Juanda, Jakarta Pusat

Awalnya, kejadian itu bermula ketika ia dan keluarganya yang tinggal di mes di daerah Senayan hendak kembali ke rumahnya di Kemayoran, selepas mengunjungi saudaranya di Depok.

Menurut keterangan petugas lalu lintas Ahmadi, selaku polisi lalulintas Jakarta pusat, mengatakan  bahwa kronologis itu bermula saat Syarufullah sedang mengendarai sepeda motor Honda Blade dengan nomor polisi B 6515 EPG  di Jalan Juanda, tepatnya di depan gedung PPATK.

“Sepeda motor Syarufullah disalip oleh bus Mayasari Bakti AC 116 dengan trayek Senen-Cikokol yang dikendarai oleh Dwi Slamet (43), lalu bus ini menyalip motor dari sebelah kanan dan berbelok ke sebelah kiri, lantas menyenggol motor yang dikendarai Syarullah. Dan akhirnya membuat sang istri Pariningsih tewas seketika,” jelas Ahmadi kepada SWATT Online

Kini,  Syarullah sendiri beserta anak nya Zulfa saat ini masih mendapatkan penanganan di ruang UGD RSCM.

Lalu bagaimana dengan supir busnya? Supir bus tersebut kini sudah diamankan oleh petugas kepolisan, dan terancam dengan kurungan penjara sekitar 5 tahun.

“Karena supir tersebut telah melanggar undang-undang LLAJ No 22 Tahun 2009 Pasal 310 ayat 4 tentang tindakan yang membahayakan pengendara lain,” kata Ahmad.

Sebelumnya,  anak pertama keluarga korban Syarufullah, Januar (19) mengatakan telah ia mendapat firasat saat waktu sahur.

“Tadi ibu membangunkan Januar untuk sahur, agar tidak terlambat sahur. Dan pada pukul 9.00 WIB, korban sempat bertelepon kepada januar untuk mengatakan, bahwa nanti setelah dari depok ibu akan pulang,” Kata Janu – panggilan akrab teman-temannya. (tian)

foto ; ilustrasi/submitlist.info